Kamis, 04 Agustus 2011


Markis/Hendra Juara!

Ganda putra Indonesia Markis Kido/Hendra Setiawan memboyong gelar French Super Series setelah mengalahkan pasangan nomor satu dunia Koo Kean Keat/Tan Boon Heong asal Malaysia. Pertarungan penghujung acara ini berlangsung lewat pertarungan ketat yang dimenangkan Markis/Hendra 15-21 21-15 21-14.


Di set awal permainan kubu Indonesia mengikuti permainan lawan. Adu jotos smash dan bola-bola cepat menjadi kunci kedua tim. Sayangnya pasangan Malaysia banyak memberikan bola yang sulit ditebak dan banyak memancing Markis yang baru saja pulih dari cedera lutut. Permainan tipe ini memang paling disukai pasangan jiran dan mereka pun sukses mempecundangi Markis/Hendra 21-15.

Untungnya di set selanjutnya pasangan Indonesia mengubah taktik agar tidak terbawa permainan lawan. Kali ini kepiawaian Hendra memainkan bola di net membuahkan hasil luar biasa. Servis lawan dibalas drop atau chop tipis net yang sulit dikembalikan lawan sementara Markis sudah siap menghujam dengan smash keras. Indonesia pun berhasil menimpali perolehan Malaysia di set awal 21-15.

Di set ketiga Indonesia menjaga ritme set sebelumnya dengan ajakan adu net sulit. Namun kali ini Markis/Hendra juga lebih banyak mengombinasikan serangan-serangan keras dan dorongan ke belakang lawan. Berbalik pula kali ini lebih banyak Koo/Tan yang terkecoh.

Indonesia lebih dulu memimpin 4-0 lalu di posisi istirahat Indonesia masih terus kokoh 11-5. Usai rehat situasi sedikit menguatirkan karena pasangan Malaysia lebih banyak meraih poin. Saat Indonesia meraih 4 poin, Koo/Tan sudah mendulang 7 angka menjadikan posisi 15-12. Untunglah pasangan Indonesia kembali menjaga konsistensi dan melesat ke posisi 19-12. Malaysia mencoba menyelamatkan diri di poin kritis ini namun mereka hanya meraih 2 angka akhir sebelum kemenangan mutlak diraih ganda Indonesia.

Selasa, 02 Agustus 2011

Taufik Dapat Runner Up
Taufik Kalahkan Musuh Lama

Bukan main penampilan Taufik Hidayat di semifinal hari ini melawan musuh lamanya Peter Gade dari Denmark. Taufik menampilkan permainan prima hari ini dengan pukulan komplit dan daya juang ulet yang menunjukkan kepiawaiannya sebagai salah satu pemain top dunia.


Permainan di set pertama berjalan sedikit aneh. Taufik benar-benar menekan Gade hingga arjuna Indonesia itu terbang jauh 11-3. Lepas mendapat pengarahan di saat istirahat, Gade nampaknya menemukan permainannya. Tiga kali Gade merebut poin berturut-turut akibat lengahnya pertahanan Taufik dan merapatkan poin 11-14. Setelah itu Gade meraih 5 poin berkesinambungan untuk balik memimpin Taufik 16-14 dan kepercayaan dirinya terdongkrak.

Taufik kemudian membalas satu poin, demikian pula Gade. Taufik menambah lagi dua poin hingga kembali keduanya bertemu di posisi 17-17. Gade lebih dulu meraih dua poin namun Indonesia membalas tiga angka dan meraih game point. Denmark balik menyamakan tapi Taufik segera mengubur upaya Gade dan menutup set 22-20.

Di set kedua perlawanan Gade terlihat sedikit menurun. Tidak heran jika ini mendapat pengaruh dari kekecewaannya di set pertama. Tapi yang pasti permainan Taufik memang makin rapih dan memukau. Skenario kali ini pun tidak jauh dengan set sebelumnya dengan Taufik memimpin 11-7. Lepas rehat, balik Gade bangkit memimpin 12-11 tapi tidak tanggung-tanggung Taufik membalas telak 7 poin berantai menjadi 18-12. Gade hanya mampu meraih dua angka sebelum kemenangan mutlak digenggam Taufik 20-14.